Mari kembali pada masa dimana saya menjadi Penanggung jawab BEM FEB. Satu periode yang saya anggap sebagai puncak karir saya hingga saat ini. Masa dimana saya memiliki tangung jawab secara langsung yang besar. Di dalam entitas itu terdapat 116 kepala yang memiliki pemikiran hebat namun berbeda beda. Saya selalu mengakui bahwa disaat tersebut adalah masa dimana saya menggali lubang penuh dengan emas. Saya banyak belajar dan belajar.
Awal-awal pergerakan kami, saya sudah ditakjubkan dengan pemikiran para penggagas kegiatan kampus dalam BEM kami. mereka adalah para Ring 2 yaitu kepala departemen dan kepala divisi. Masing-masing dari mereka memiliki pandangan yang tajam mengenai bidang mereka masing-masing. Di tahun ketiga mereka kuliah, mereka datang ke dalam BEM dengan membawa ilmu dan pengalaman dari organisasi sebelumnya. Saya bisa menyebut mereka sebagai All Star. Karunia yang banyak ini selalu saya katakan bahwa saya bangga bahkan sebelum kegiatan kami dimulai.
2017 merupakan tahun yang luar biasa padat. Bagi kami yang berada di tahun ketiga berkuliah, kami sudah dapat mengesampingkan tugas dan jadwal kuliah karena memang puncak sibuk kuliah adalah semester empat dan lima. saat ini kami berada di semester enam. Sedangkan untuk adik kelas kami yang berada di tahun pertama dan kedua, kami dengan senang hati membagi pengalaman kami dalam mengelola waktu kuliah dan organisasi.
Sebut kami gila organisasi, tak mengapa karena memang setiap malam kami rapat. Tentunya bukan secara individu setiap hari rapat, akan tetapi dalam kurun waktu senin sampai jumat setiap departemen rapat minimal satu kali dalam seminggu dan pasti frekuensi akan bertambah bila sudah menjelang kegiatan. Jangan heran dengan fakta itu, sambil tersenyum saya dengan senang hati memberi tahu bahwa kami menjalankan tujuh puluh delapan program kerja dalam satu periode. setiap proker memiliki masa persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tidak mudah, tapi kami melakukannya.
Di tengah jadwal yang padat dan juga di sela-sela tugas kuliah kami memahami tidak semua orang suka rapat. kadang izin karena tugas, ada pula yang mencuri waktu dengan datang pada waktu seenaknya, ada pula yang tidak datang. Bukan pembelaan, saya memahami kondisi mereka karena dua tahun ke belakang saya berada di posisi mereka. Posisi saya sebagai bukanlah sebagai raja yang memerintah dan hanya menerima hasil. Bila saya dan wakil membiarkan mereka lelah sendiri, memalukan untuk seorang pemimpin.
Untuk itu, sebisa mungkin saya dan wakil terlibat dalam setiap kegiatan mereka baik itu persiapan, pelaksanaan maupun evaluasi. Kami ikut merasaka sulitnya birokrasi proposal dan laporan pertanggung jawaban walaupun terkadang kami tidak memberi solusi. Yang pasti saya dan wakil tidak ingin mereka kehilangan pemimpin yang mereka punya. Beserta Kepala Departemen dan kepala divisi, kami memainkan peran sebagai orang tua yang menjadi rumah dan membimbing mereka.
Bukankah organisasi memiliki fungsi yang sama dengan keluarga? bahkan keluarga pun merupakan bentuk terkecil dari organisasi.
Kami bukanlah kakak yang sempurna, namun kami selalu berusaha yang terbaik untuk kepentingan bersama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar