Jumat, 28 Desember 2012

Over The Top (Film)


               Pernah nggak anda menonton film berjudul Over The Top. Film tahun 87 yang dibintangi salah satu aktor laga terbaik dunia yaitu Sylvester Stallone. Bagi yang pernah nonton mungkin ingat dengan cerita seorang ayah dengan anak dan mertuanya. Kalo yang belum nonton? Saya mau mengulas film ini nih.



               Michael adalah anak seorang putri pengusaha kaya raya yang bersekolah di sekolah militer. Dia tidak pernah tahu siapa ayahnya sejak kecil. Suatu hari saat wisuda kelulusan Michael, sang ibu tercinta jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit sehingga tidak bisa menjemput anaknya. Ibu pun menghubungi ayah Michael untuk berkenalan sekaligus menjemput Michael. Dialah Lincoln Hawk, lelaki yang bekerja sebagai pengemudi truk tronton ingin bertemu dengan anaknya yang sudah terpisah selama bertahun-tahun.

Lincoln pergi menjemput Michael dengan truknya. Para orangtua murid yang lain meperhatikannya karena truk besarnya yang mencolok. Namun Lincoln menghiraukannya dan hanya tersenyum ceria. Michael yang kebingungan disaat murid lain dijemput oleh orang tuanya. Ia pun terkejut saat seorang ajudan memberitahunya bahwa ada lelaki yang akan menjemputnya. Ia semakin tak percaya karena yang diperolehnya kemudian adalah bahwa lelaki yang menjemputnya adalah ayahnya. Setelah masuk ke ruang kepala. Lincoln yang menjemputnya menyapa dengan ramah namun Michael acuh. Dia malah menanyakan siapa pria itu pada kepala sekolah. Lincoln lantas memperkenalkan diri. Tetapi lagi-lagi Michael tak percaya. Kepala sekolah berusaha menjelaskannya berulang-ulang. Lincoln bukannya tanpa ide. Dengan map yang Ia bawa, dikeluarkanlah foto pernikahan Lincoln dengan ibu Michael. Dengan itu Michael percaya namun merasa kecewa.

Kedua ayah dan anak ini pun keluar kantor dan naik Truk Lincoln. Sepanjang perjalanan Lincoln terus mengajak ngobrol Michael, memberinya pengetahuan, lelucon, dan apapun yang memancing Michael bicara. Tapi Michael tetap membisu dan enggan menyebut Lincoln Dad melainkan Sir. Mungkin karena perasaannya, Micael berkata “jika kau adalah ayahku, kemana saja kau selama ini” Michael merebut pedal rem dan turun dari Truk kemudian lari menjauh. Lincoln yang merasa patah hatinya mengejar Michael, setelah tertangkap Ia merangkulnya sambil berkata “aku benci harus memulainya dengan seperti ini.” Setelah itu Lincoln memasukkan Michael kembali ke Truk. Lincoln menjelaskan bahwa Ia menjemputnya menuju rumah sakit tempat ibunya dirawat di California dan agar Michael bisa akrab dengan ayahnya.

Perjalanan pun dilanjutkan. Semakin lama, Michael dan Lincoln menjadi akrab. Beberapa kali Lincoln mengajari Michael cara mengemudi Truk yang ternyata Michael mampu melakukannya walau sering mangalami kesalahan. Saat beristirahat di sebuah bar, Lincoln bertemu dengan teman besarnya, Mad Dog Madison. Mad Dog mengajak Lincoln untuk bertarung, Michael bingung bertarung apa. Namun tawaran Mad Dog ditampik oleh Lincoln. Michael pun mendapat penjelasan sendiri apa yang dimaksud ‘bertarung’ oleh ayahnya. Saat melihat remaja sedang bermain game, Lincoln mengajak mereka bertaruh 5 dollar (kalo ngga salah) untuk bertarung adu panco, namun Lincoln menyuruh anaknya Michael untuk bertarung melawan remaja itu. Sejak awal Michael memang menolak untuk beradu penco dangan anak itu, namun sang ayah tetap mendesaknya hingga akhirnya Michael menyetujui.  Adu panco pun dimulai dan Michael langsung kalah. Melihat beberapa remaja tadi tertawa, Michael kecewa berat dan lari meninggalkan bar, dengan sabar Lincoln mengejarnya.

“kau mencoba mempermalukanku!” seloroh Michael dalam isak tangisnya ketika ditangkap oleh Lincoln. Namun dengan sabar Lincoln memberinya penjelasan bahwa pertarungan belum usai dan Michael bisa membalasnya. Lincoln memberi tahu bahwa Michael sudah menang melawan remaja itu dan harus memberinya pelajaran. Semangatnya mulai menyala, Michael melangkah memasuki bar dan disambut dengan ejekan remaja bar itu, namun kali ini dia besi, tak mudah dipatahkan. Dengan topi yang dibalik seperti ayahnya lakukan, Michael bernafsu sekali mangalahkannya. Panco dimulai kembali. Sambil menonton, Lincoln terus memberi arahan pada anaknya. Kedua tangan yang bersentuhan bergetar, Michael yang tadinya dibawah perlahan bangkit dan mengimbangi si remaja dan dengan instruksi “over the top, Michael” Michael memelintir tangannya seperti yang dilakukan Lincoln kemudian mendominasi ruang dan akhirnya sang remaja kalah dengan di hadiahi pemandangan bahagia antara ayah dan anaknya di depan mata. Lincoln dan  Michael saling berpelukan dan berjingkrak girang karenanya. Seperti meraih penghargaan bergengsi. Michael yang amat senang akan kemenengannya segera ke telepon umum untuk menelpon ibunya di rumah sakit. Dengan amat gembira Michael menceritakan pengalaman barunya bersama sang ayah tanpa terlewat sedikitpun.

Kemudian Lincoln yang mengambil alih telepon umum untuk bicara pada mantan isterinya itu. Saat Lincoln bertelepon, tiba-tiba Michael yang bermain didepan telepon umum ditangkap oleh dua orang tak dikenal dan dibawa ke sebuah mobil. Lincoln yang baru menoleh agak terlambat untuk bertindak. Michael sudah dibawa pergi. Lincoln langsung berlari menuju truknya dan mengejarnya secara membabi buta. Dengan sekuat tenaga Lincoln memacu truknya sekencang mungkin untuk mengejar mobil itu. Lincoln mendekat dan menabrak-nabrakkan  bumpernya ke mobil namun seseorang diantara mereka menembaki dengan pistol tapi Lincoln tetap kalem karena dia memiliki Shotgun, dengan itu Lincoln mambalas hingga masuk ke sebuah tempat parkir mobil itu berhasil dihentikan. Lincoln keluar dari mobil langsung menghajar dua orang tersebut. Bukan hal yang sulit bagi Lincoln mengalahkan kedua preman teri itu karena Ia juga jago beladiri. tak beberapa lama Michael sudah berada di truk Lincoln lagi. Lincoln merasa bahwa ini ulah mertuanya alias kakek Michael yang memang tidak suka dengannya.

Sepanjang perjalanan berikutnya mereka menghabiskan waktu bersama dengan berlatih panco dan Michael yang semakin jago menyetir truk. Kebersamaan ini tidak terasa hingga akhirnya mereka sampai di California tepatnya di rumah sakit tempat ibu Lincoln dirawat. Mereka berdua datang ke resepsionis dan menanyakan dimana ruang ibu Michael dirawat. Resepsionis kebingungan dan menyerahkan jawabannya ke seorang dokter. Dokter menyatakan bahwa ibu Michael sudah tidak disini, dia meninggal pagi sebelumnya. Lincoln kecewa mendengarnya, wajahnya pucat pasi ekspresinya pun turun drastis menjadi lemas. Jika Lincoln seperti itu apalagi dengan Michael? Dia merasa dijebak dan sangat marah. Micael berlari keluar namun dibekap Lincoln lagi. “ini semua salahmu, seharusnya aku tidak ikut denganmu” kesal Michael. “maafkan aku, aku juga tidak menginginkan ini” bela Lincoln. Namun Michael sangat marah dan berlari keluar, naik taksi dan melaju. Lincoln tak mampu mencegahnya karena dia juga merasa bersalah. Dia sangat menyesal mengapa Michael bisa pergi lagi dari sisinya. Padahal baru saja melepas rindu dengannya.

Lincoln sangat rindu pada Michael, dia tau dirinya bersalah dan Michael adalah anaknya, jadi dia memutuskan untuk membawa kembali Michael dengannya. Lincoln dengan ketulusannya datang ke rumah kakek Michael untuk menjemputnya. Namun penjaga rumah melarangnya masuk, Lincoln berdalih agar Ia bisa masuk, namun tetap gagal. Lincoln pantang menyerah, tekadnya pun sangat besar untuk membawa Michael kembali, dia kembali ke truk lalu menggeber dangan keras, menjebol pagar rumah terus hingga menabrak pintu rumah utama kakek Michael dan  memanggil Michael dengan keras. Michael yang sedang di kamarnya mengintip dibalik tangga saat Lincoln sedang berhadapan dengan kakeknya. “beraninya kau kesini” sergah sang kakek, “aku kesini untuk menjemput anakku” jawab Lincoln, “anakmu? Kemana saja kau selama ini” ucap Kakeknya lebih keras. “tak dimanapun kerena kau menyembunyikanku dari Michael”. Perang mulut ini terus berlangsung hingga Lincoln naik keatas mencari Michael namun Ia tak menemukan anaknya. Saat turun ke lantai bawah ternyata Lincoln sudah ditunggu oleh polisi yang datang.

Lincoln ditahan karena ulahnya terhadap rumah kakek Michael. Suatu hari di rumah tahanan, Lincoln kedatangan tamu, tamu ini istimewa karena dia adalah anaknya, Michael. Michael datang karena rindu juga pada ayahnya namun Ia takut dikecewakan lagi jadi dia tak ingin kebablasan. “ayah, katakanlah padaku sebenarnya mengapa dahulu kau meninggalkanku dengan ibu?” Tanya Michael. “aku meninggalkan kalian, itu adalah kesalahan terbesarku. Oleh karena itu aku ingin menebusnya.” Ucap Lincoln datar. “lalu jika aku ikut denganmu apa yang bisa kau jamin?” lanjut Michael. “ aku tak bisa jamin apapun… aku hanya bisa menjamin.. kebersamaan” jawab Lincoln lirih. “aku tidak bisa” pungkas Michael. Lincoln menjadi lunglai karenanya, rasa menyesal, bersalah dan kecawanya memuncak, namun itulah Lincoln, tulus pada anaknya. wajahnya menunduk dan saat Ia menengadah kembali, Michael sudah pergi.

Setelah masa tahanannya berakhir Lincoln yang merasa tidak memiliki tujuan selanjutnya selain mengikuti pertandingan adu panco memutuskan untuk menjual truk kesayangannya dengan keyakinan akan memenangi pertandingan adu panco antar pengemudi truk yang hadiahnya adalah sebuah truk trailer terbaru. Dengan modal  sekitar 5000 dollar sebagai ganti mobilnya, Lincoln bertaruh semuanya untuk ikut dalam pertandingan adu panco. Lincoln adalah kuda hitam diantara semua peserta karena Ia tidak pernah ikut pertandingan ini sebelumnya. Didalam turnamen ini ada satu nama yang paling ditakuti. Ia sudah memenangkan Pertadingan adu panco ini empat kali berturut-turut, ialah Mad Dog Madisson, lelaki yang ditemui Lincoln dan Michael di sebuah Bar dahulu.

Saat terompet dibunyikan, turnamen Panco antar pengemudi truk ini pun dimulai. Arenanya pun besar karena menggunakan gedung untuk tinju di Las Vegas sehingga penonton yang hadir mencapai ribuan. Ratusan pria dan wanita mengikuti turnamen ini hingga satu persatu bertumbangan dan babak turnamen pun meruncing.

Sementara itu dirumahnya yang megah Michael tidak berhenti melamun tentang ayahnya. Ia merasa bersalah atas keputusannya untuk pisah darinya. Apalagi saat ini sang kakek sangat menahannya untuk bertemu dengan ayahnya. Michael sedih dan bertekad kuat untuk bertemu dengan Lincoln. Akhirnya Michael nekat pergi sendirian menghampiri Lincoln di Las Vegas dengan menyetir mobil. Ya, anak 12 tahun ini menyetir mobil dengan sebisanya lewat jalan tol dan ugal-ugalan dengan yakin bahwa ayahnya membutuhkan dia disana.

Turnamen sudah sampai pada tahap semifinal saat Michael sampai untuk memberi dukungan pada Lincoln. Babak semifinal pertama Lincoln kalah, namun saat babak kedua Lincoln melihat Michael berdiri di tribun dan meneriakkan kata semangat untuknya hingga Ia menang lebih cepat dari sebelumnya dan membuatnya melaju ke partai final.

Disela-sela partai semifinal dan final diadakan waktu istirahat tiga puluh menit. Lincoln yang sedang beristirahat dipanggil oleh seseorang untuk menghadap tuan Cutler di lantai atas. Sesampainya disana, Lincoln mencium ada hal yang tidak beres di dalam sana. Tuan Cutler alias kakek Michael dan mantan Mertua Lincoln mengajak Lincoln mengobrol tentang pertandingannya. Tn. Cutler mengerti bahwa Lincoln sangat membutuhkan hadiah turnamen ini hingga Ia memanfaatkan situasi ini untuk  bernegosiasi. Tn Cutler menawarkan sebuah truk trailer terbaru yang lebih mahal ditambah dengan uang US$5.000 dengan timbal balik Lincoln pergi dari kota ini dan meninggalkan Michael selamanya. Tawaran yang menggiurkan sekaligus bodoh karena tentu saja Lincoln tidak akan deal dengan negosiasi ini. Lincoln berkata bahwa anaknya lebih berharga dari apapun dan memecahkan pintu untuk kembali ke dalam arena turnamen. Tawaran mahal Tn.Cutler ditolak mentah-mentah olehnya.

Selepas menampar Tuan Cutler dari belakang, Lincoln duduk di backstage kemudian Michael mendatanginya. “tadi adalah pertandingan yang hebat ayah, aku kagum padamu!” kata Michael. “aku sangat senang kamu datang kesini nak.” Jawab Lincoln sambil mengusap rambut Michael. “yaa, aku yakin sekali ayah menang pada pertandingan ini.” Sambung Michael. “aku tidak yakin. Mad Dog adalah jawara empat kali dan aku tak tahu mengalahkannya dengan cara apa.” Ucap Lincoln. “hey ada apa denganmu, ayah yang memberitahuku untuk tidak gentar melawan siapapun, tidak ada yang tidak bisa kita kalahkan yah. Ayah masih ingat itu?” kata Michael bersemangat. “yeah tentu saja.” Kata Lincoln tersenyum pada Michael.  “jadi ayoo kalahkan pria gendut itu ayah” semangat Michael.

Terompet kembali dibunyikan, Lincoln dan Mad Dog Madisson saling cengkram tangan dan adu melotot. Mad Dog yang sangat yakin akan menang terlihat sangat percaya diri dan jumawa. Lincoln yang memang menjadi Underdog sebaliknya terlihat kalem tanpa ekspresi namun tetap yakin karena ada Michael menontonnya. Lincoln menjadi sangat serius kala Ia membalik topinya. Wajahnya bak harimau hendak mencabik mangsa. Dan tanding pun dimulai. Mad Dog memimpin dan tangan Lincoln berada dibawah, tak berapa lama Lincoln balik unggul, wajah Mad Dog benar benar Mad lalu keras membalas lagi kedudukan hingga mengenai hidung Lincoln yang langsung berdarah. Pandangan Lincoln sedikit kabur karenanya, Lincoln mengenang Michael ketika Michael meneriakan dari tribun, “Over The Top ayaaah!! Lewati Puncaaak!!” kemudian Lincoln memelintir jemari Mad Dog.  Wajahnya khas Stallone sekali saat bibirnya menggantung dan terbuka. Dengan teriakan-teriakannya Lincoln menghujam lengan Mad Dog satu dua tiga kali sampai tangan Mad Dog benar benar jatuh di meja tanding.

Gempita teriakan seluruh penonton ditambah music pengiring kemenangan menggiring Lincoln menuju anaknya Michael dan menggendongnya. Kemenangan yang manis disaat Lincoln mempertaruhkan segala dalam hidupnya demi sebuah harapan dari mobil baru dan putra yang sangat disayanginya. Setelah kemenangan yang indah ini Lincoln dan Michael hidup bersama dalam pengembaraan menjadi supir Truk yang bahagia.

(maaf kalo ada yang salah:D)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar