Pernah
nggak anda menonton film berjudul Over The Top. Film tahun 87 yang dibintangi
salah satu aktor laga terbaik dunia yaitu Sylvester Stallone. Bagi yang pernah
nonton mungkin ingat dengan cerita seorang ayah dengan anak dan mertuanya. Kalo
yang belum nonton? Saya mau mengulas film ini nih.
Michael
adalah anak seorang putri pengusaha kaya raya yang bersekolah di sekolah
militer. Dia tidak pernah tahu siapa ayahnya sejak kecil. Suatu hari saat
wisuda kelulusan Michael, sang ibu tercinta jatuh sakit dan harus dirawat di
rumah sakit sehingga tidak bisa menjemput anaknya. Ibu pun menghubungi ayah
Michael untuk berkenalan sekaligus menjemput Michael. Dialah Lincoln Hawk,
lelaki yang bekerja sebagai pengemudi truk tronton ingin bertemu dengan anaknya
yang sudah terpisah selama bertahun-tahun.
Lincoln pergi
menjemput Michael dengan truknya. Para orangtua murid yang lain meperhatikannya
karena truk besarnya yang mencolok. Namun Lincoln menghiraukannya dan hanya
tersenyum ceria. Michael yang kebingungan disaat murid lain dijemput oleh orang
tuanya. Ia pun terkejut saat seorang ajudan memberitahunya bahwa ada lelaki
yang akan menjemputnya. Ia semakin tak percaya karena yang diperolehnya
kemudian adalah bahwa lelaki yang menjemputnya adalah ayahnya. Setelah masuk ke
ruang kepala. Lincoln yang menjemputnya menyapa dengan ramah namun Michael
acuh. Dia malah menanyakan siapa pria itu pada kepala sekolah. Lincoln lantas
memperkenalkan diri. Tetapi lagi-lagi Michael tak percaya. Kepala sekolah
berusaha menjelaskannya berulang-ulang. Lincoln bukannya tanpa ide. Dengan map
yang Ia bawa, dikeluarkanlah foto pernikahan Lincoln dengan ibu Michael. Dengan
itu Michael percaya namun merasa kecewa.
Kedua ayah dan
anak ini pun keluar kantor dan naik Truk Lincoln. Sepanjang perjalanan Lincoln
terus mengajak ngobrol Michael, memberinya pengetahuan, lelucon, dan apapun
yang memancing Michael bicara. Tapi Michael tetap membisu dan enggan menyebut
Lincoln Dad melainkan Sir. Mungkin karena perasaannya, Micael berkata “jika kau
adalah ayahku, kemana saja kau selama ini” Michael merebut pedal rem dan turun
dari Truk kemudian lari menjauh. Lincoln yang merasa patah hatinya mengejar
Michael, setelah tertangkap Ia merangkulnya sambil berkata “aku benci harus
memulainya dengan seperti ini.” Setelah itu Lincoln memasukkan Michael kembali
ke Truk. Lincoln menjelaskan bahwa Ia menjemputnya menuju rumah sakit tempat
ibunya dirawat di California dan agar Michael bisa akrab dengan ayahnya.
Perjalanan pun
dilanjutkan. Semakin lama, Michael dan Lincoln menjadi akrab. Beberapa kali
Lincoln mengajari Michael cara mengemudi Truk yang ternyata Michael mampu
melakukannya walau sering mangalami kesalahan. Saat beristirahat di sebuah bar,
Lincoln bertemu dengan teman besarnya, Mad Dog Madison. Mad Dog mengajak
Lincoln untuk bertarung, Michael bingung bertarung apa. Namun tawaran Mad Dog
ditampik oleh Lincoln. Michael pun mendapat penjelasan sendiri apa yang
dimaksud ‘bertarung’ oleh ayahnya. Saat melihat remaja sedang bermain game,
Lincoln mengajak mereka bertaruh 5 dollar (kalo ngga salah) untuk bertarung adu
panco, namun Lincoln menyuruh anaknya Michael untuk bertarung melawan remaja
itu. Sejak awal Michael memang menolak untuk beradu penco dangan anak itu,
namun sang ayah tetap mendesaknya hingga akhirnya Michael menyetujui. Adu panco pun dimulai dan Michael langsung
kalah. Melihat beberapa remaja tadi tertawa, Michael kecewa berat dan lari
meninggalkan bar, dengan sabar Lincoln mengejarnya.
“kau mencoba
mempermalukanku!” seloroh Michael dalam isak tangisnya ketika ditangkap oleh
Lincoln. Namun dengan sabar Lincoln memberinya penjelasan bahwa pertarungan
belum usai dan Michael bisa membalasnya. Lincoln memberi tahu bahwa Michael
sudah menang melawan remaja itu dan harus memberinya pelajaran. Semangatnya mulai
menyala, Michael melangkah memasuki bar dan disambut dengan ejekan remaja bar
itu, namun kali ini dia besi, tak mudah dipatahkan. Dengan topi yang dibalik
seperti ayahnya lakukan, Michael bernafsu sekali mangalahkannya. Panco dimulai
kembali. Sambil menonton, Lincoln terus memberi arahan pada anaknya. Kedua
tangan yang bersentuhan bergetar, Michael yang tadinya dibawah perlahan bangkit
dan mengimbangi si remaja dan dengan instruksi “over the top, Michael” Michael
memelintir tangannya seperti yang dilakukan Lincoln kemudian mendominasi ruang
dan akhirnya sang remaja kalah dengan di hadiahi pemandangan bahagia antara
ayah dan anaknya di depan mata. Lincoln dan Michael saling berpelukan dan berjingkrak
girang karenanya. Seperti meraih penghargaan bergengsi. Michael yang amat
senang akan kemenengannya segera ke telepon umum untuk menelpon ibunya di rumah
sakit. Dengan amat gembira Michael menceritakan pengalaman barunya bersama sang
ayah tanpa terlewat sedikitpun.
Kemudian Lincoln
yang mengambil alih telepon umum untuk bicara pada mantan isterinya itu. Saat
Lincoln bertelepon, tiba-tiba Michael yang bermain didepan telepon umum
ditangkap oleh dua orang tak dikenal dan dibawa ke sebuah mobil. Lincoln yang
baru menoleh agak terlambat untuk bertindak. Michael sudah dibawa pergi.
Lincoln langsung berlari menuju truknya dan mengejarnya secara membabi buta.
Dengan sekuat tenaga Lincoln memacu truknya sekencang mungkin untuk mengejar
mobil itu. Lincoln mendekat dan menabrak-nabrakkan bumpernya ke mobil namun seseorang diantara
mereka menembaki dengan pistol tapi Lincoln tetap kalem karena dia memiliki Shotgun, dengan itu Lincoln mambalas
hingga masuk ke sebuah tempat parkir mobil itu berhasil dihentikan. Lincoln
keluar dari mobil langsung menghajar dua orang tersebut. Bukan hal yang sulit
bagi Lincoln mengalahkan kedua preman teri itu karena Ia juga jago beladiri.
tak beberapa lama Michael sudah berada di truk Lincoln lagi. Lincoln merasa
bahwa ini ulah mertuanya alias kakek Michael yang memang tidak suka dengannya.
Sepanjang
perjalanan berikutnya mereka menghabiskan waktu bersama dengan berlatih panco
dan Michael yang semakin jago menyetir truk. Kebersamaan ini tidak terasa
hingga akhirnya mereka sampai di California tepatnya di rumah sakit tempat ibu
Lincoln dirawat. Mereka berdua datang ke resepsionis dan menanyakan dimana
ruang ibu Michael dirawat. Resepsionis kebingungan dan menyerahkan jawabannya
ke seorang dokter. Dokter menyatakan bahwa ibu Michael sudah tidak disini, dia
meninggal pagi sebelumnya. Lincoln kecewa mendengarnya, wajahnya pucat pasi
ekspresinya pun turun drastis menjadi lemas. Jika Lincoln seperti itu apalagi
dengan Michael? Dia merasa dijebak dan sangat marah. Micael berlari keluar
namun dibekap Lincoln lagi. “ini semua salahmu, seharusnya aku tidak ikut
denganmu” kesal Michael. “maafkan aku, aku juga tidak menginginkan ini” bela
Lincoln. Namun Michael sangat marah dan berlari keluar, naik taksi dan melaju.
Lincoln tak mampu mencegahnya karena dia juga merasa bersalah. Dia sangat
menyesal mengapa Michael bisa pergi lagi dari sisinya. Padahal baru saja melepas
rindu dengannya.
Lincoln sangat
rindu pada Michael, dia tau dirinya bersalah dan Michael adalah anaknya, jadi
dia memutuskan untuk membawa kembali Michael dengannya. Lincoln dengan
ketulusannya datang ke rumah kakek Michael untuk menjemputnya. Namun penjaga
rumah melarangnya masuk, Lincoln berdalih agar Ia bisa masuk, namun tetap
gagal. Lincoln pantang menyerah, tekadnya pun sangat besar untuk membawa
Michael kembali, dia kembali ke truk lalu menggeber dangan keras, menjebol
pagar rumah terus hingga menabrak pintu rumah utama kakek Michael dan memanggil Michael dengan keras. Michael yang
sedang di kamarnya mengintip dibalik tangga saat Lincoln sedang berhadapan
dengan kakeknya. “beraninya kau kesini” sergah sang kakek, “aku kesini untuk
menjemput anakku” jawab Lincoln, “anakmu? Kemana saja kau selama ini” ucap
Kakeknya lebih keras. “tak dimanapun kerena kau menyembunyikanku dari Michael”.
Perang mulut ini terus berlangsung hingga Lincoln naik keatas mencari Michael
namun Ia tak menemukan anaknya. Saat turun ke lantai bawah ternyata Lincoln
sudah ditunggu oleh polisi yang datang.
Lincoln ditahan
karena ulahnya terhadap rumah kakek Michael. Suatu hari di rumah tahanan,
Lincoln kedatangan tamu, tamu ini istimewa karena dia adalah anaknya, Michael.
Michael datang karena rindu juga pada ayahnya namun Ia takut dikecewakan lagi
jadi dia tak ingin kebablasan. “ayah, katakanlah padaku sebenarnya mengapa
dahulu kau meninggalkanku dengan ibu?” Tanya Michael. “aku meninggalkan kalian,
itu adalah kesalahan terbesarku. Oleh karena itu aku ingin menebusnya.” Ucap
Lincoln datar. “lalu jika aku ikut denganmu apa yang bisa kau jamin?” lanjut
Michael. “ aku tak bisa jamin apapun… aku hanya bisa menjamin.. kebersamaan”
jawab Lincoln lirih. “aku tidak bisa” pungkas Michael. Lincoln menjadi lunglai
karenanya, rasa menyesal, bersalah dan kecawanya memuncak, namun itulah
Lincoln, tulus pada anaknya. wajahnya menunduk dan saat Ia menengadah kembali,
Michael sudah pergi.
Setelah masa
tahanannya berakhir Lincoln yang merasa tidak memiliki tujuan selanjutnya
selain mengikuti pertandingan adu panco memutuskan untuk menjual truk
kesayangannya dengan keyakinan akan memenangi pertandingan adu panco antar
pengemudi truk yang hadiahnya adalah sebuah truk trailer terbaru. Dengan modal sekitar 5000 dollar sebagai ganti mobilnya,
Lincoln bertaruh semuanya untuk ikut dalam pertandingan adu panco. Lincoln
adalah kuda hitam diantara semua peserta karena Ia tidak pernah ikut
pertandingan ini sebelumnya. Didalam turnamen ini ada satu nama yang paling
ditakuti. Ia sudah memenangkan Pertadingan adu panco ini empat kali
berturut-turut, ialah Mad Dog Madisson, lelaki yang ditemui Lincoln dan Michael
di sebuah Bar dahulu.
Saat terompet
dibunyikan, turnamen Panco antar pengemudi truk ini pun dimulai. Arenanya pun
besar karena menggunakan gedung untuk tinju di Las Vegas sehingga penonton yang
hadir mencapai ribuan. Ratusan pria dan wanita mengikuti turnamen ini hingga
satu persatu bertumbangan dan babak turnamen pun meruncing.
Sementara itu
dirumahnya yang megah Michael tidak berhenti melamun tentang ayahnya. Ia merasa
bersalah atas keputusannya untuk pisah darinya. Apalagi saat ini sang kakek
sangat menahannya untuk bertemu dengan ayahnya. Michael sedih dan bertekad kuat
untuk bertemu dengan Lincoln. Akhirnya Michael nekat pergi sendirian
menghampiri Lincoln di Las Vegas dengan menyetir mobil. Ya, anak 12 tahun ini
menyetir mobil dengan sebisanya lewat jalan tol dan ugal-ugalan dengan yakin
bahwa ayahnya membutuhkan dia disana.
Turnamen sudah
sampai pada tahap semifinal saat Michael sampai untuk memberi dukungan pada
Lincoln. Babak semifinal pertama Lincoln kalah, namun saat babak kedua Lincoln
melihat Michael berdiri di tribun dan meneriakkan kata semangat untuknya hingga
Ia menang lebih cepat dari sebelumnya dan membuatnya melaju ke partai final.
Disela-sela
partai semifinal dan final diadakan waktu istirahat tiga puluh menit. Lincoln yang
sedang beristirahat dipanggil oleh seseorang untuk menghadap tuan Cutler di
lantai atas. Sesampainya disana, Lincoln mencium ada hal yang tidak beres di
dalam sana. Tuan Cutler alias kakek Michael dan mantan Mertua Lincoln mengajak
Lincoln mengobrol tentang pertandingannya. Tn. Cutler mengerti bahwa Lincoln
sangat membutuhkan hadiah turnamen ini hingga Ia memanfaatkan situasi ini untuk
bernegosiasi. Tn Cutler menawarkan
sebuah truk trailer terbaru yang lebih mahal ditambah dengan uang US$5.000 dengan
timbal balik Lincoln pergi dari kota ini dan meninggalkan Michael selamanya. Tawaran
yang menggiurkan sekaligus bodoh karena tentu saja Lincoln tidak akan deal
dengan negosiasi ini. Lincoln berkata bahwa anaknya lebih berharga dari apapun
dan memecahkan pintu untuk kembali ke dalam arena turnamen. Tawaran mahal
Tn.Cutler ditolak mentah-mentah olehnya.
Selepas menampar
Tuan Cutler dari belakang, Lincoln duduk di backstage
kemudian Michael mendatanginya. “tadi adalah pertandingan yang hebat ayah,
aku kagum padamu!” kata Michael. “aku sangat senang kamu datang kesini nak.”
Jawab Lincoln sambil mengusap rambut Michael. “yaa, aku yakin sekali ayah
menang pada pertandingan ini.” Sambung Michael. “aku tidak yakin. Mad Dog
adalah jawara empat kali dan aku tak tahu mengalahkannya dengan cara apa.” Ucap
Lincoln. “hey ada apa denganmu, ayah yang memberitahuku untuk tidak gentar
melawan siapapun, tidak ada yang tidak bisa kita kalahkan yah. Ayah masih ingat
itu?” kata Michael bersemangat. “yeah tentu saja.” Kata Lincoln tersenyum pada
Michael. “jadi ayoo kalahkan pria gendut
itu ayah” semangat Michael.
Terompet kembali
dibunyikan, Lincoln dan Mad Dog Madisson saling cengkram tangan dan adu
melotot. Mad Dog yang sangat yakin akan menang terlihat sangat percaya diri dan
jumawa. Lincoln yang memang menjadi Underdog
sebaliknya terlihat kalem tanpa ekspresi namun tetap yakin karena ada
Michael menontonnya. Lincoln menjadi sangat serius kala Ia membalik topinya. Wajahnya
bak harimau hendak mencabik mangsa. Dan tanding pun dimulai. Mad Dog memimpin
dan tangan Lincoln berada dibawah, tak berapa lama Lincoln balik unggul, wajah
Mad Dog benar benar Mad lalu keras membalas
lagi kedudukan hingga mengenai hidung Lincoln yang langsung berdarah. Pandangan
Lincoln sedikit kabur karenanya, Lincoln mengenang Michael ketika Michael
meneriakan dari tribun, “Over The Top ayaaah!! Lewati Puncaaak!!” kemudian
Lincoln memelintir jemari Mad Dog. Wajahnya
khas Stallone sekali saat bibirnya menggantung dan terbuka. Dengan teriakan-teriakannya
Lincoln menghujam lengan Mad Dog satu dua tiga kali sampai tangan Mad Dog benar
benar jatuh di meja tanding.
Gempita teriakan
seluruh penonton ditambah music pengiring kemenangan menggiring Lincoln menuju
anaknya Michael dan menggendongnya. Kemenangan yang manis disaat Lincoln mempertaruhkan
segala dalam hidupnya demi sebuah harapan dari mobil baru dan putra yang sangat
disayanginya. Setelah kemenangan yang indah ini Lincoln dan Michael hidup
bersama dalam pengembaraan menjadi supir Truk yang bahagia.
(maaf kalo ada
yang salah:D)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar