Rabu, 07 November 2012

My Dream, Paris



Bzzz kau pasti tau ini dimana kan? Ini adalah salah satu kota terindah di dunia, rumah bagi para seniman di seluruh dunia, metronome fashion sejagad, contoh bagi arsitektur dunia, saksi bisu kisah cinta jutaan orang dan lain sebagainya, yap ini adalah kota Paris. Sekarang bukan Cuma ada fashion sama arsitektur aja, tapi beberapa pemain sepakbola jempolan ada disini, diantaranya adalah Zlatan Ibrahimovic, Ezequel Lavezzi, Javier Pastore, Thiago Silva, dan masih banyak lagi penguni Stade de France lainnya. Kota ini juga merupakan kiblat peradaban dunia, sekitar 200 SM udah ada pemukiman disini, kalo nggak percaya coba aja chek di om Wiki. Peradaban dikota ini ada karena adanya aliran sungai Siene yang sekarang bersihnya bukan main. Tapi biarpun bersih nggak ada yang berani mandi disini nih, takut kelindes kapal feri kali. Tapi nggak ada yang bias ninggalin mascot kota ini yang konon pernah mau diloakin ke tukang besi tua, apa lagi kalo bukan Menara Eiffel sang Lambang cinta seluruh umat. Nggak heran kalo di lihat faktanya bahwa setiap tahunnya ada TIGA PULUH JUTA TURIIIISS! Bayangin sob, nolnya ada 7 digit sendiri. Udah pasti kota ini jadi kota terkaya + termahal ya.
Tetapi orientasi dan fantasi saya ternyata tidak hanya sampai disitu, saya memendam keinginan untuk dapat memijakan kaki saya ini ke bumi Menara Eiffel. Ya itulah impian saya yang ingin sekali rasanya untuk diwujudkan, jalan-jalan sambil menjepret foto bersama kawan-kawan. Terlalu muluk kah? Saya rasa dengan usaha yang keras siapapun bias mewujudkan sesuatu hak yang dianggap mustahil, lihat saja timnas Spanyol yang tidak punya sejarah juara bisa merengkuh 3 gelar bergengsi dalam kurun waktu enam tahun. Atau orang yang tidak memiliki lengan dapat melukis dengan sempurna. Maka saya pun merasa bisa pergi kesana itu bukan lah sesuatu yang tidak mungkin. Walaupun dasar ekonomi keluarga saya belum mencukupi untuk pergi kesana, tapi ayolah saya harus yakin terhadap apapun yang saya inginkan bukan? Saya harus Optimis untuk dapat mewujudkannya
Tidak ada atap tanpa fondasi, tidak jadi puncak tanpa dasar. Begitupun dengan saya yang ingin pergi ke Paris tidak mungkin bila tanpa landasan atau modal pergi ke sana. Oleh karena itu dibawah ini saya akan memaparkan rencana dan langkah-langkah apa saja yang ingin saya tempuh hingga bisa sampai ke negeri Napoleon tersebut.

1.   Tahun 2012 akhir harus finish rapor dengan  rangking minimal 5 dan total nilai diatas 950 poin, aktif dalam beragai kegiatan. SPEACUP sukses digelar di 77, komunitas Douven Bicycle Community sudah berjalan.
2.   Awal 2013 sudah membeli kamera Dslr dan sudah menjalani hobi fotografi. Novel Travo sudah selesai (Maret), UTS semester 2 minimal ranking 4, menjalankan semua proker Rohis, Mpk, DBC, Greenpeace, Parkour, Paskibra, Renang, Keluarga, dll. Puas puasin dulu deh sebelum kelas 3, ohya sempurnakan bahasa Inggrisnya.
3.   Pertengahan 2013 udah punya sepedah Road Bike baru yang kece den kenceng, naik kelas ke kelas 3 dengan peringkat minimal 4, jumlah nilai diatas 1000.
4.   Tengah 2013- awal 2014 fokuuuus pada UN dan SNMPTN undangan Amin yaa Allah. Lulus dengan nilai terbaik (diatas 54.00).
5.   Tengah 2013 juga sambil nunggu snmptn buat Novel dan lebih Act di bidang lingkungan, cari kerja sambilan kalo udah lulus, cari seminar S-2 kuliah di Paris. Lulus dengan sesuai Target, undangan ke UNIBRAW atau Undip Amin.

Subhanallah baru saya planning segitu aja udah merinding nih sob, baru yang buat 2 tahun kedepan aja nih yang saya buat, kedepannya saya pengen merencanakan lulus kuliah UNIBRAW atau UNDIP dengan hasil memuaskan, sambil kerja sampingan ngumpulin uang kemudian daftar beasiswa S-2 di Universitte de Sorbonne jurusan Akuntansi Paris Perancis. Kemudian lulus, kerja sebentar disana dan pulang ke tanah air dengan berbekal banyak ilmu yang akan saya terapkan ke Negara ini di bidang akuntansi, social, dan lingkungan terutama karena saya memiliki ketertarikan akan isu-isu lingkungan. Bekerja dalam kampanye lingkungan sambil kerja di bidang Akuntansi, memiliki hubungan, menikah dan menempuh kehidupan baru. Amin Yaa Rabbal Alamin.

Sesungguhnya saya hanyalah manusia yang hanya bisa berencana dan berkehendak, dan hanya Allah lah Yang Maha Perkasa yang sanggup mewujudkan apapun yang terbaik bagi umat-Nya. Saya harus lebih banyak berdoa dalam jalan mewujudkan impian impian saya sambil berusaha dengan usaha yang pasti amat keras.

Kawan semua impian gila ini bukan tanpa ada penyulutnya, mungkin sama dengan ribuan orang yang terinspirasi, saya pun terpancing berkeinginan karena ini:

Sebuah Novel karya Andrea Hirata yang mampu memukau banyak orang dan mendoktrin mereka supanya bermimpi tanpa batas. Lihatlah cuplikan ini:

“Aku ingin mendaki puncak tantangan, menerjang batu granit kesulitan, menggoda mara bahaya, dan memecahkan misteri dengan sains. Aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin lika-liku hidup yang ujungnya tak dapat disangka. Aku mendamba kehidupan dengan kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi satu sama lain seperti benturan molekul uranium: meletup tak terduga-duga, menyerap, mengikat, mengganda, berkembang, terurai, dan berpencar ke arah yang mengejutkan. Aku ingin ke tempat-tempat yang jauh, menjumpai beragam bahasa dan orang-orang asing. Aku ingin berkelana, menemukan arahku dengan membaca bintang gemintang. Aku ingin mengarungi padang dan gurun-gurun, ingin melepuh terbakar matahari, limbung dihantam angin, dan menciut dicengkeram dingin. Aku ingin kehidupan yang menggetarkan, penuh dengan penaklukan. Aku ingin hidup! Ingin merasakan sari pati hidup!”

Itulah yang saya sebut motivasi sob, sangat menggetarkan, keras menampar, menusuk di relung kemauan saya yang kosong. Semoga impian kita semua dapat terwujud dengan semurna sob, jangan pernah takut bermimpi, karena Tuhan akan memeluk mimpi mimpimu, itu lah cuplikan motivasi sang pemimpi. Dan janganlah kita Cuma diam dan duduk disini sementara remaja lain sudah menggebrak dunia dengan karyanya masing masing, lets act, hidup nggak bakal berubah dengan kita yang cuma bisa diam!

Sekian Terimakasih



Tidak ada komentar:

Posting Komentar