Minggu, 08 Februari 2015

Pentingnya Beasiswa Pendidikan

Pendidikan merupakan dasar dari perputaran roda kehidupan di segala bidang. semua sendi-sendi kehidupan memerlukan pendidikan sebagai bekal untuk menggerakannya. Mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi manusia belajar untuk mengambil peran kehidupan melalui pendidikan. Mencapai kehidupan yang lebih baik merupakan tujuan utama setiap individu menginginkan pendidikan yang layak.



Kemudian benturan terjadi ketika keinginginan untuk meraih pendidikan yang lebih baik bertemu dengan keterbatasa yang masih menyelimuti kehidupan di Indonesia. Ada jutaan anak-anak yang terpaksa tidak melanjutkan studinya karena terbentur dengan beban biaya pendidikan yang semakin hari semakin mencekik. Hasilnya, output sumber daya manusia Indonesia terbatas dari segi kualitas dan minin kemampuan untuk bersaing di dunia modern.

Keterbatasan biaya terjadi dimana saja di negeri ini. Akan tetapi kita masih bisa meneropong ketimpangan jatah dan pemerataan pendidikan di antara setiap daerah. Daerah perkotaan tentu memiliki kesempatan pendidikan yang lebih banyak ketimbang daerah pelosok.  Selain disebabkan oleh kehidupan yang lebih baik, jaring-jaring bantuan pemerintah dan swasta lebih terjangkau di daerah perkotaan dan sekitarnya. Padahal potensi anak-anak di pedesaan tidak kalah dengan perkotaan. Buktinya peraih nilai ujian nasional tertinggi justru datang dari kalangan menengah kebawah daerah dalam beberapa tahun terakhir.

Perbedaan kesempatan itulah yang menyebab kan beasiswa dan bantuan pendidikan amat dibutuhkan bagi peserta didik menengah kebawah dan daerah terpencil.

Dalam pelaksanaan pendidikan nasional, beasiswa memiliki andil yang besar bagi karir dan proses belajar peserta didik. Beban orang tua untuk menyekolahkan putra-putrinya menjadi berkurang sementara konsentrasi anak pun dapat difokuskan untuk meraih jenjang pendidikan yang diinginkan. Hasilnya akan tercermin dari lulusan peserta didik Indonesia yang semakin lama semakin baik. Hal ini juga turut menyulut persaingan di dunia karir menjadi lebih ketat dan berat.

Semua orang butuh softskill untuk mengejar diferenisiasi kemampuan individu. Namun akan lebih mudah mencari pekerjaan itu apabila setiap individu mendapatkan pendidikan yang tinggi. Standar hidup dan profesi dewasa ini menuntut angkatan kerja untuk memiliki ijazah tinggi. Pertumbuhan ekonomi kita yang pesat berperan dalam peningkatan standar profesi ini. Apalagi jika kita mengingat sebentar lagi pasar bebas ASEAN akan diberlakukan. Angkatan kerja akan semakin terpacu untuk meningkatkan kemampuan dan pendidikannya. Jadi perpaduan antara hardskill (akademis) dan softskill (non-akademis) berperan sangat penting bagi karir setiap orang di jaman modern ini.

Tantangan global  menjadi pemacu semangat berjuang para muda-mudi kita untuk bekerja lebih keras  meraih mimpi-mimpiinya. Namun tidak sedikit pula yang terkulai lantaran keterbatasan ekonomi. Berbagai cara mereka tempuh untuk bisa sekolah atau kuliah. Salah satunya dengan mencari beasiswa. Bak dayung bersambut, sekarang ini banyak lembaga Negara maupun swasta yang menawarkan beasiswa kepada siswa-siswi berprestasi maupun yang kurang mampu. Banyak siswa terjaring beasiswa, namun banyak juga yang tertinggal, semakin terbebani dengan biaya sekolah yang meroket hingga putus sekolah. Memang kenyataannya kesempatan meraih beasiswa tidak sebanding dengan jumlah siswa yang layak menerimanya, terlebih lagi banyak beasiswa yang jatuh salah sasaran. Perlu peninjauan lebih jeli bagi pemberi beasiswa sebelum menyantuni penerima. Sungguh tidak adil ketika banyak anak putus sekolah sedangkan anak yang sebenarnya mampu justru disokong beasiswa yang seharusnya diperuntukan bagi anak ekonomi sulit.


Seyogyanya beasiswa dan jenis lain bantuan pendidikan menjadi pelita ditengah carut-marutnya pendidikan nasional. Beasiswa juga mampu membantu program-program yang dicanangkan pemerintah di bidang pendidikan. Ketika melihat kenyataan bahwa jumlah penyumbang beasiswa tidak setimpal dengan jumlah siswa, alangkah baiknya jika kita yang memiliki lembaga mapan yang belum memiliki program pendidikan untuk ikut ambil bagian dalam peningkatan mutu sumberdaya manusia melalui pendidikan baik formal maupun nonformal. Keberhasilan program pemerintah tentu merupakan dambaan bagi segala pihak yang mengharapkan hasil berupa lulusan yang cakap dalam akademis maupun non-akademis serta menjadi insan paripurna. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar