Pendidikan merupakan dasar dari
perputaran roda kehidupan di segala bidang. semua sendi-sendi kehidupan
memerlukan pendidikan sebagai bekal untuk menggerakannya. Mulai dari taman
kanak-kanak hingga perguruan tinggi manusia belajar untuk mengambil peran
kehidupan melalui pendidikan. Mencapai kehidupan yang lebih baik merupakan
tujuan utama setiap individu menginginkan pendidikan yang layak.
Kemudian benturan terjadi ketika
keinginginan untuk meraih pendidikan yang lebih baik bertemu dengan keterbatasa
yang masih menyelimuti kehidupan di Indonesia. Ada jutaan anak-anak yang
terpaksa tidak melanjutkan studinya karena terbentur dengan beban biaya
pendidikan yang semakin hari semakin mencekik. Hasilnya, output sumber daya
manusia Indonesia terbatas dari segi kualitas dan minin kemampuan untuk
bersaing di dunia modern.
Keterbatasan biaya terjadi dimana
saja di negeri ini. Akan tetapi kita masih bisa meneropong ketimpangan jatah
dan pemerataan pendidikan di antara setiap daerah. Daerah perkotaan tentu
memiliki kesempatan pendidikan yang lebih banyak ketimbang daerah pelosok. Selain disebabkan oleh kehidupan yang lebih
baik, jaring-jaring bantuan pemerintah dan swasta lebih terjangkau di daerah
perkotaan dan sekitarnya. Padahal potensi anak-anak di pedesaan tidak kalah
dengan perkotaan. Buktinya peraih nilai ujian nasional tertinggi justru datang
dari kalangan menengah kebawah daerah dalam beberapa tahun terakhir.
Perbedaan kesempatan itulah yang
menyebab kan beasiswa dan bantuan pendidikan amat dibutuhkan bagi peserta didik
menengah kebawah dan daerah terpencil.
Dalam pelaksanaan pendidikan
nasional, beasiswa memiliki andil yang besar bagi karir dan proses belajar
peserta didik. Beban orang tua untuk menyekolahkan putra-putrinya menjadi
berkurang sementara konsentrasi anak pun dapat difokuskan untuk meraih jenjang
pendidikan yang diinginkan. Hasilnya akan tercermin dari lulusan peserta didik Indonesia
yang semakin lama semakin baik. Hal ini juga turut menyulut persaingan di dunia
karir menjadi lebih ketat dan berat.
Semua orang butuh softskill untuk
mengejar diferenisiasi kemampuan individu. Namun akan lebih mudah mencari
pekerjaan itu apabila setiap individu mendapatkan pendidikan yang tinggi. Standar
hidup dan profesi dewasa ini menuntut angkatan kerja untuk memiliki ijazah
tinggi. Pertumbuhan ekonomi kita yang pesat berperan dalam peningkatan standar
profesi ini. Apalagi jika kita mengingat sebentar lagi pasar bebas ASEAN akan
diberlakukan. Angkatan kerja akan semakin terpacu untuk meningkatkan kemampuan
dan pendidikannya. Jadi perpaduan antara hardskill (akademis) dan softskill
(non-akademis) berperan sangat penting bagi karir setiap orang di jaman modern
ini.
Tantangan global menjadi pemacu semangat berjuang para
muda-mudi kita untuk bekerja lebih keras meraih mimpi-mimpiinya. Namun tidak sedikit
pula yang terkulai lantaran keterbatasan ekonomi. Berbagai cara mereka tempuh
untuk bisa sekolah atau kuliah. Salah satunya dengan mencari beasiswa. Bak dayung
bersambut, sekarang ini banyak lembaga Negara maupun swasta yang menawarkan
beasiswa kepada siswa-siswi berprestasi maupun yang kurang mampu. Banyak siswa
terjaring beasiswa, namun banyak juga yang tertinggal, semakin terbebani dengan
biaya sekolah yang meroket hingga putus sekolah. Memang kenyataannya kesempatan
meraih beasiswa tidak sebanding dengan jumlah siswa yang layak menerimanya,
terlebih lagi banyak beasiswa yang jatuh salah sasaran. Perlu peninjauan lebih
jeli bagi pemberi beasiswa sebelum menyantuni penerima. Sungguh tidak adil
ketika banyak anak putus sekolah sedangkan anak yang sebenarnya mampu justru
disokong beasiswa yang seharusnya diperuntukan bagi anak ekonomi sulit.
Seyogyanya beasiswa dan jenis
lain bantuan pendidikan menjadi pelita ditengah carut-marutnya pendidikan
nasional. Beasiswa juga mampu membantu program-program yang dicanangkan
pemerintah di bidang pendidikan. Ketika melihat kenyataan bahwa jumlah
penyumbang beasiswa tidak setimpal dengan jumlah siswa, alangkah baiknya jika
kita yang memiliki lembaga mapan yang belum memiliki program pendidikan untuk
ikut ambil bagian dalam peningkatan mutu sumberdaya manusia melalui pendidikan
baik formal maupun nonformal. Keberhasilan program pemerintah tentu merupakan
dambaan bagi segala pihak yang mengharapkan hasil berupa lulusan yang cakap
dalam akademis maupun non-akademis serta menjadi insan paripurna.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar