Sabtu, 20 April 2013

Seburam Mata Hati (Puisi) #Lingkungan

Alunan riak tenang

Mendinginkan generator otak lelahku

Sejuk penuh biru tua

Membawaku yang kacau

Menuju kedamaian


Canda tawa riang sang ikan usil

Menghapus semua luka batinku

Kilauan berjuta warna karang

Menutup rapat segala kegalauanku


Tapi sayang, semua itu hanya menyisakan secercah kenangan


Kini,

Tajamnya mata bor, membuncah semua kesejukan

Menggusur jagad damaiku

Pekat mokekul minyak tak bertuan memusnahkan canda, tawa

Memucatkan ribuan kilau warna karang


Apa kita telah kehilangan perasaan

Hingga menodai kesucian samudera ini. Memburamkan setiap tetesnya

Apa kita sudah tidak merasa iba lagi

Sampai mengabaikan dahsyatnya milyaran barrel air yang berang


Atau mungkin silau pancaran nikmat duniawi

Telah mampu memburamkan mata hati kita


Percayalah, Karma itu nyata





VIII-3
2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar