Rabu, 17 April 2013

Ambisi dan Rivalitas


Post ini saya awali dengan nafas panjang. buah dari lamunan barusan. lamunan yang hampir selalu hadir setelah melihat kesamping. ya, sewaktu bersamaan seharusnya saya fokus kedepan justru saya meluangkan waktu menengok.

Itulah saya. terkadang ada beberapa hal yang tidak ingin saya biarkan melewati saya. saya harus tetap didepan. saya ingin menjadi layak. bukan jumawa, apalagi angkuh. saya tidak mau mengekori orang. I'll find my way first.

Tapi ini berbeda. orang ini berbeda. saya selalu menutup mata disetiap jarak waktu pertemuan antara kita untuk mengukur seberapa jauh perbedaan pencapaian diantara kita. disamping itu saya selalu berusaha untuk sebisa mungkin berlari lebih cepat darinya, melompat lebih tinggi dari jangkauannya, bersolek lebih elegan atau apa semacamnya. entah, saya selalu termotivasi untuk menjadi rivalnya.

lalu yang biasanya terjadi saat saya mulai membuka mata, dengan besaran apapun ukurannya entah mengapa dia selalu berada didepan. ketika aku lihat sepatu warrior yang aku gunaka, ia melesat dengan nike mercurial vapor 9 terbaru, jelas cepat. saya hampir selalu terbelalak akan apa yang ia raih dan jika dibandingkan dengan milik saya. pialanya selalu lebih megah dan lebih indah dari saya.

namun dibalik itu, ia bak ronaldinho, siapapun kamu, tim apapun yang kamu dukung, siapapun kagum padanya. saya harus lebih baik dari itu.

saya mengakui kharismanya sebagai pemimpin dan pribadinya yang cool. tapi saya enggan menyanjungnya, buat saya dia sahabat dan rival terkuat yang pernah saya temui. mungkin selamanya, karena saya sudah berjanji untuk menandinginya. sampai kapanpun

see you bro

Tidak ada komentar:

Posting Komentar