Kamis, 18 April 2013

Apa yang (Sebenarnya) Diinginkan?

Apa yang saya inginkan?
oh banyak. saya mau membeli sepeda roadbike saat liburan sekolah nanti. saya mau menaikan orang tua saya haji suatu saat. saya ingin entah kapan tidak naik motor lagi, saya ingin pergi ke Paris jika sudah dewasa.

tapi apa yang saya inginkan selalu saja disalip duluan sama orang lain.
saya sering bermalam dirumah paman saya saat pulang sekolah kemaleman. disana saya biasanya main ps sama sepupu saya dan sering berbincang-bincang dengan om dan tante saya. banyak hal yang bisa dibicarakan sebab om dan tante orangnya terbuka dan suka ngobrolin apa aja. nah tante suka ngomongin rumahnya yang di Bogor, apartemennya yang baru dan banyak lagi yang lain, padahal tante lebih muda dari bapak. saya turut bahagia saja deh.

kemudian setelah beberapa lama keluarga saya mengunjungi rumah  baru keponakan mama saya yang umurnya. lebih tua satu tahun dari mama (gakpentingsih) di Bekasi. woh rumahnya besar bray, padahal dari dulu rumahnya itu di daerah cawang dan nggak segitu besar. walaupun saya belum pernah kesana, adik-adis saya sering ngomongin rumah mas (panggilan saya) ini. hmm, hebat juga ya.

selanjutnya, saya dan keluarga sering jalan-jalan. akhir-akhir ini kalo ada keluarga dari jawa datang, kita selalu jalan-jalan sama sepupu saya yang sudah berkeluarga. belum juga 5 tahun berkeluarga, mas saya ini sudah membeli mobil. wooh padahal keluarga saya. sampe saya setua ini belum memilikinya.

ah dimanakah letak perbedaanya? kami sama-sama manusia, sama-sama kerja, sama-sama berusaha. bagaimana caranya saat kami semua diberikan sumber rezeki yang sama tapi pencapainannya berbeda-beda?

apa yang diinginkan?

ini?











ini?











atau ini?












apalagi ini, pasti mau hahah
















hmm kalo kita mendambakan apa yang kita ininkan pasti nggak ada habisnya. misalnya pengen banget beli motor. waktu motor sudah dibeli, pengen beli helmnya, abis itu mau beli jaketnya, sepatu bootnya, udah gitu mau ganti knalpot, lampu depan. behh..

tapi. kenapa keluarga saya gaada yang berubah ya?

apa yang sebenarnya saya inginkan.
kalau perubahan mungkin tergantung sudut pandangnya.
salah saya karena nggak mensyukuri apa yang saya punya.
salah saya karena terlena dengan pencapaian orang lain
salah saya karena tidak memihak keluarga saya sendiri.
sebenarnya saya sudah sadariiii! tapi entah mengapa saya belum mengakuinya
sampai

suatu malam saya bersama mama saya dan adik terkecil saya berada di kamar.
"eh enak ya punya rumah mewah kaya mas yang di bekasi?" kata mama.
"hmm iya, rumahnya gede mas" sambung adikku.

"tapi nggak bisa kemana-mana." lanjut mama.

"kenapa?" kataku

"iya ngumpulin uang buat beli rumah, nggak bisa jalan-jalan kemana-mana. anaknya aja cuma jajan 5 ribu. kamu lebih banyak." jelas mama. "temen mama juga begitu, mau beli rumah, irit banget sama anaknya. katanya mah gausah mikirin anak. nanti juga mereka pikirin kita. nah kalo anaknya ngga di senengin gimana anaknya mau timbal balik sama orang tuanya." katanya.

"iya sih ma, enakan kaya kita, ga kecekek sama keinginan."

hmm mama bener juga

mungkin ini masalah paham. ga semua orang setuju dengan mama, tapi pasti ada juga yang setuju.
apa yang kita inginkan terkadang tidak sejalan dengan apa yang sebenarnya kita ingin dan butuhkan.
tapi yang jelas saya bahagia dengan apa yang ada sekarang setelah mama ngomong yang diatas :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar