Minggu, 07 April 2013

Jelek Bau atau Jelek Wangi

Dari judulnya sungguh pilihan yang klise. bagi siapa aja yang baca pasti mengkritisi dan memilih membaca dulu daripada langsung menjawab. itu bagi yang kritis otaknya ya. saya akui memang gaada yang baik karena sama-sama jelek. tapi bukankah sesuatu yang baik berawal dari yang jelek? atau kebalikannya, sesuatu yang baik bisa menjadi jelek suatu saat. Tetapi disini ada bau dan wangi. pasti semua orang kalau sudah jelek, buruk maaf, minimal berpikir harus wangi lah. Tetapi lagi, apa semua yang wangi itu baik? belum tentu juga.  banyak versi ya, makanya klise.


Pertama, saya jelaskan dulu kita masuk ke pembahasan yang mana.
kita masuk ke pembahasan; saya dan pengalaman saya.

umur saya sudah 16 tahun, tentunya sudah melewati masa-masa pubertas yang berat nan panjang. banyak sekali yang berubah dalam tubuh dan kepribadian saya. dalam tubuh saya yang sudah beranjak dewasa ini mulai memiliki kelenjar-kelenjar tambahan. ada yang membantu, ada juga yang sedikit mengganggu. Berubah dan bertambah Alhamdulillah, tapi pasti ada yang merugikan; keringat. sejak SMP kadar keringat saya perhari mungkin bertambah 2 atau 3 kali lipat. ditambah lagi dengan sifat saya yang nggak bisa diam dan banyak kegatan. walhasil setiap pulang ke rumah dan bertemu keluarga bapak saya sering bilang, "mandi sana, badan kamu bau." woooh sejak kapan saya bau ketek?  dari dulu meskipun saya nggak pake perfum juga badan saya nggak bau. kenapa sekarang...?

sejak saat itu, saya dibelikan ini:

oke, semangat saya pun balik lagi. sejak saat itu saya selalu pakai ini setiap mau berangkat sekolah. emang nggak wangi sih tapi minimal nggak bau deh.

hari-hari terus berganti saya memakai barang ini selama beberapa minggu tiba tiba saya mendapatkan baju kemeja SMP saya berubah menjadi kekuningan di bagian ketiak. aaaah, kenapa ini? pasti gara-gara deodoran yang saya pakai. tidak hanya itu, di ketiak saya juga timbul 1 bentol yang tidak lazim. tidak gatal, tidak berbau, tidak berkulit ari atai koreng, tapi ada. keterangan dari teman saya menyebutkan kalau pakai deodoran keseringan bisa menyebabkan kanker kulit. sontak saya langsung menjadi perno karenanya, beberapa hari saya stop pake barang itu. sampai bapak saya mengaakan bahwa tidak apa-apa asal nggak kebanyakan.

saya sempat mau beralih menggunakan parfum. parfum yang sering ada iklannya di tv. sepertinya gagah kalau pake parfum itu. apa lagi sekarang saya sudah SMA, banyak sekali teman-teman bila bertemu, bessss wangi parfumnya khas sekali perfum anak muda. tapi saya ingat pernah membaca artikel tentang parfum yang dapat merusak ozon di bumi, kalau tidak salah saya pernah menulis artikel tentang parfum ini.

tapi namanya kita bersosialisasi. saya semakin sering mengendus wangi parfum itu di sekolah. dan jatuhnya saya menjadi iri ingin membeli setiap saya ke minimarket. siapa tahu level tampang saya naik sekian persen setelah menyemprotkan spray itu hahaha. tapi saya tidak ingin merusak bumi kawan, sedikit juga pasti kerasa. nggak apa-apa deh saya Jelek  Bau  apa adanya daripada Jelek Wangi, udah maksa ngarusak ozon pula. itu di pikiran saya.



beberapa bulan berselang ada informasi penting yang saya dapat dari guru geografi kelas XI yang serba tau, atau banyak tau, atau sok tau. tentang efek parfum ini sendiri bagi lingkungan.
Katanya parfum yang merusak ozon itu adalah parfum yang berasal dari gas, yang bila disulut api bisa terbakar dan meledak, parfum yang nggak ada selangnya didalam tabung. bisa di bayangkan parfum yang mana ya,
Kalau parfum cair yang ada selangnya kayak begini:
ternyata nggak apa-apa! 
mengapa demikian? kata guru saya itu, adanya zat yang tidak baik untuk atmosfir yang dilepaskan bersamaan dengan wewangiannya


Iyay gue bisa wangi tanpa merusak ozon ternyata!












Nah itu sekelumit cerita dari saya yang semoga bisa mengisi pengetahuan yang baca. arikel ini hanya menjadi referensi bagi semua, tidak harus diikuti tidak baik juga bila di abaikan, karena sedikit juga namanya ilmu hehe 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar