Pedal selah kembali Ia hentak untuk kali kedua, percobaan
pertama gagal. Namun gagal lagi. Kali ketiga denganhati, Ia kembali menghentak.
Feeling yang pas membuat motor bututnya berderu hidup. Sekali dua kali gas
digeber, didiamkan sebentar. Lantas Ia pun masuk lagi untuk mengambil tas
gajahnya, segelas susu dituntaskan dalam setenggak tak ingin kehilangan waktu. Adik
perempuannya duduk dibelakangnya sebab searah. Jaket dikenakan helm dipasang,
dia mulai melaju.
Selembar
warna ungu menyelimuti angkasa pagi ini mengantarkan pesan bahwa langit ingin
bersahabat dengan alam hari ini. Makin ke timur warna ungu yang mendominasi
angkasa bergradasi menjadi jingga hingga kuning pucat diujung bak malu-malu. Beberapa
pasang kepodang lincah membelah angkasa sembari bersiul pada pasangannya sesuka
hati. Keriangan mereka disambut baik oleh hamparan padi yang mulai lebat
menguning, melambai-lambai diterpa angin. Udara pagi pun menyapa ramah,
bergerak semilir dari arah utara menuju lawannya, menerpa wajah pemuda itu yang
sedang bersenandung sumbang.
Sudah menjadi
firasatmua bahwa pagi ini akan menjadi panjang. Langkahnya yang tergesa-gesa
didalam rumah sudah mengisyaratkan itu sebab waktu menunjukkan bahwa Ia telat
sepuluh menit dari waktu biasa Ia berangkat. Baru saja mereka berdua
meninggalkan Rorotan, beberapa mobil dan angkutan sudah ada di jalanan. Anak sekolah
pun sudah mulai muncul di jalan pagi ini.
Satu dua tarikan gas Ia lakukan untuk membalap laju mobil yang
menghalangi jalan sebab lambannya. Belasan motor pun membayangi Pemuda itu
untuk melaju lebih kencang.
Setelah menyambagi SMP adiknya, tanpa jarak Ia
langsung berangkat. Betapa terkejutnya Ia melihat sudah ramainya jalanan pagi
ini. Mobil pribadi dan motor membayangi banyaknya Tronton yang lewat. Pemuda
ini akan melewati sebuah tronton yang melaju di sisi kanan jalan di Jalan
Cilincing. Terlihat mudah baginya yang sudah terbiasa. Namun tiba-tiba dari arah
belakang sebuah mobil Xenia melaju agak
ugal ugalan hingga memaksa Ia untuk membanting stir ke kiri untuk menghindari
persinggungan. Tak sampai beberapa detik
sudah ada tronton sedang parker disisi kiri jalan. Sang pemuda terbelelak
karena laju motornya sulit untuk dihentikan, untuk tak ada kendaraan di samping
Ia pun membanting lagi ke kanan. Beberapa umpatan mungkinn terlinttas di
benaknya namun Ia tahan karena perjalanan belum usai.
Di Kebon
bari seperti biasa Ia mengikuti motor lain melanggar lalulintas dengan
menyalahi jalur putar balik. Dan sudah diduga jalan setelahnya akan padat
kendaraan. Dengan sabar sang pemuda mengendalikan motornya meliuk-liuk
mendahului kendaraan besar yang terjebak macet. Melewati diantara tronton yang
sedang terjebak macet bukan hal mudah bagi mereka yang belum biasa. Lalu lintas
yang tidak menentu bisa saja membuat sang Tronton melaju tiba-tiba saat motor
tepat beberapa sentimeter didalamnya, bagi yang tidak beruntung kaki bisa
terlindas ban yanng besar itu.
Melihat kemacetan
didepan yang parah. Si pemuda berinisiatif untuk melalui jalan tembus di Jaya. Tanpa
pikir panjang, jalan itu Ia tempuh. Dengan kembali meliuk-liuk melewati bebagai
jenis angkutan yang lewat serta harus sering mengklakson di perempatan, pemuda
itu sampai di sebuah persimpangan. Sangat padat kerena disini sama dengan di
hutan. Yang kuatlah yang menang. Siapa lebih dulu menempati jalan di
persimpangan, jalur itu akan memaksa yang lain untuk mundur. Pemuda itu berada
di depan dan mendahului jalur lain. Beberapa mobil bersisik serta umpatan
pengendara motor dihiraukannya. Dia kebut motornya di jalan permai agar cepat
sampai.
Sang mentari
sudah dalam waktu pentasnya. Pembukaan yang megah ditujukkan dengan tarian
khasnya diiringi beberapa lembar awan tipis menemaninya. Dilatarbelakangi
angkasa mahacerah, matahari tak memiliki alas an untuk malu menunjukan
keperkasaannya. Melewati Fly Over Gading dengan laju diatas rata-rata. Pemuda tersebut
sumringah setelah perjalanannya pagi ini ditutup dengan manis sebab Ia hanya
Terlambat satu menit sampai di sekolahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar