Minggu, 13 Juli 2014

Hal-hal Tak Terlupakan Selama Piala Dunia 2014



Piala dunia 2014 di Brazil sudah memasuki tahap puncak yaitu partai final yang mempertemukan dua tim dari belahan bumi berbeda, Argentina versus Jerman. Tidak terasa gelaran turnamen yang telah dinantikan oleh segenap pecinta sepakbola seluruh dunia selama beberapa tahun ini sudah akan selesai.

 Turnamen sepak bola paling akbar sejagad inipun menyisakan banyak kenangan. Kenangan indah yang akan selalu dikenang terutama bagi publik Aljazair, Kolombia, dan Kosta Rika. Namun menjadi momen yang ingin segera dilupakan publik Tuan rumah.

Dalam perjalanan hingga mencapai partai final ini banyak sekali kejutan-kejutan yang terjadi dalam setiap pertandingan dari mulai babak penyisihan. hingga perebutan tempat ketiga yang berlangsung dini hari tadi. para penonton pun tidak akan bosan mendengar dan melihat kelangsungan pesta Piala dunia karena jumlah gol dan drama yang terjadi tidak pernah lepas menjadi buah bibir.

inilah dia momen-momen yang tidak akan dilipakan dalam turnamen ini:

Isu kecurangan di Opening Match

ibarat petasan korek, Piala Dunia 2014 langsung meledak di laga pembukanya. berbagai pihakpun larut dalam perdebatan mengenai kemenangan kontroversial Brasil tatkala menjamu lawan perdananya Kroasia. berman di Stadion Brasilia, tuan rumah tampil menyerang. namun dikejutkan dengan serangan balik lawan yang berbuah gol bunuh diri Marcelo, selang beberapa saat sang bintang Neymar menyamakan kedudukan. keganjilan merebak saat striker Brazil Fred dijatuhkan di kotak terlarang yang berbuah gol kedua Neymar. Ganjil karena Fred terlihat jelas melakukan diving kemudian ditambah lagi dengan gol Kroasia yang dianulur wasit. Kroasia pun geram atas pertandingan ini.

Tumbangnya dua tim raksasa 




Bagi yang mengikuti Piala dunia pasti sudah tau siapa yang saya maksud ini. kedua tim ini sama sama kalah telak di laga pertama dan keduanya sama sama negara dari semenanjung iberia. ya, Spanyol dan Portugal. La Furia Roja memasuki gerbang Piala dunia dengan beban sebagai juara bertahan dan rumor terbaru bahwa taktik tiki taka mereka sudah usang dan sudah mudah dibaca pelatih lawan. namun Vicente Del Bosque bergeming dan tetap pada taktik patennya. hasilnya sudah dapat ditebak, melakoni laga perdana melawan Belanda, tim matador keok dengan permainan cepat dan efektif lawan. laga yang diwarnai dengan gol diving header Robin Van Persie dan sprint setengah lapangan Arjen Robben pun berakhir dengan kemenangan Belanda 5-1. sementara Selecao das Quinas dilindas habis oleh permainan kolektif menyerang Der Panzer Jerman. bek andalan Pepe yang dikartu merah menambah penderitaan Cristiano Ronaldo dkk. dan menyelesaikan pertandingan dengan kekalahan 4-0. dua tim raksasa penghuni sepuluh besar ranking FIFA ini pun gagal melaju ke fase berikutnya.

Ganteng-Ganteng Suarez

laga kedua  grup D yang mempertemukan Italia dengan Uruguay menjadi laga comeback Luis Suarez setelah dibekap cedera. pemain baru Barcelona ini pun mencetak dua gol kemenangan uruguay atas Gli Azzuri. alih-alih dipuja sebagai pahlawan suarez justru dihujat publik seluruh dunia lantaran aksi menggigitnya kembali terulang, kali ini bek timnas Italia Giorgio Chellini yang menjadi korban.entah apa motif El Pistolero menggigit bahu Chellini, yang jelas laga perdananya ini juga merupakan laga terakhirnya di Piala Dunia Brazil sebab Ia langsung diganjar sanksi larangan bermain untuk timnas sebanyak 9 laga dan di klub selama 4 bulan.


Underdogs are more than dogs

            inilah dia yang dinanti semua penonton. pemerataan permainan semua tim baik tim raksasa bertabur bintang dan segudang prestasi maupun tim kuda hitam yang belum banyak pengalaman. Pujian setinggi tingginya pantas ditujukan kepada tim kesebelasan Kosta Rika. selain Kekalahan atas Belanda lewat adu pinalti, tim negara lautan karibia ini tidak sekalipun mencicipi kekalahan. berada di grup neraka bersama Italia, Uruguay, dan Inggris tim kostarika meraih kemenangan atas urugay dan italia dan seri kala melawan inggris. hasil ini membuat mereka melenggang mulus sebagai juara grup dan terus melaju hingga dihentikan mental baja kiper belanda, Tim Krul.
            kemudian ada tim setan merah Belgia dan Aljazair dari grup H yang secara mengejutkan mematahkan strategi pelatih termahal Fabio Capello yang menangani Russia. walaupun hanya sampai babak enam belas besar, aljazair tetap pulang sebagai pahlawan karena inilah prestasi terbaiknya selama piala dunia. sedangkan belgia yang sedang diisi oleh generasi emasnya dapat melaju hingga menit 118 babak perempat final sebelum menelan pil pahit oleh gol semata wayang Angel di Maria. yang terakhir tentu saja Kolombia, datang ke Brazil dengan beban ketidakhadiran sang ikon Radamel Falcao tidak lantas membuat Mario Yepes dkk. patah arang, Kolombia justru tampil atraktif dengan mermainan kuat dan didirigeni oleh James Rodriguez. mereka melaju tanpa hambatan dan tanpa adu pinalti hingga tuan rumah Brazil meruntuhkan harapan mereka. Baik Kosta Rika, Belgia, Aljazair, dan Kolombia pulang ke negara mereka disambut bak pahlawan. semua permasalahan negara hilang dengan prestasi mereka. membawa kebahagiaan dimana-mana.


Tamatnya sang tuan rumah

laga pertama semifinal piala dunia 2014 berakhir tragis bagi Brazil selaku tuan rumah Piala Dunia, tak perlu dipertanyakan lagi bahwa absennya Neymar dan Thiago Silva sangat berpengaruh terhadap permainan tim. tidak kurang tujuh gol berhasil dimasukan Die Nationalmannchaft  Jerman yang membuat nama mereka melambung sebagai kandidat kuat juara dunia. kekalahan yang tidak bisa hilang dari benak pendukung Brazil dan akan terpatri dalam sejarah ini bertambah parah lantaran laga perebuatan tempat ketiga dini hari tadi Brazil juga babak belur oleh trigol Belanda tanpa balas. dengan ini Brazil harus memendam kembali keinginannya berjaya di negeri sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar