Jumat, 11 Juli 2014

Air Mata Sang Tuan Rumah



Piala Dunia tahun ini berakhir antiklimaks bagi sang tuan rumah Brazil. seperti kita tahu secara mengejutkan tim Selecao dipaksa bertekuk lutut saat menjamu Der Panzer Jerman. ekspektasi tinggi yang digadang-gadangkan banyak pihak pendukung maupun seterunya bisa dikatakan runtuh seketika dikarenakan badai yang melanda tim Brazil.

Bermain di depan enam puluh ribuan publik sendiri awalnya membuat skuad Brazil membusungkan dada. mereka memiliki tanggung jawab mengangkat moral dan martabat bangsanya di rumah sendiri, apalagi dengan predikat juara Piala Dunia terbanyak. harapan jutaan publik Brazil pun hancur saat menyaksikan tim pujaan mereka, jagoan mereka, harapan mereka di permalukan Jerman dengan skor telak. skor yang menjadi rekor tersendiri di gelaran piala dunia.

Tidak ada yang menyangka hasilnya akan seperti ini termasuk saya sebagai pendukung tim kuning biru. sebuah hasil yang tidak akan kami lupa hingga nanti. hasil yang sudah pasti jadi olok-olok pendukung lawan. para pengamatpun saling berpikir keras tentang penyebabnya.

Akan tetapi yang tidak bisa dipungkiri adalah ketidakhadiran Neymar sangat berpengaruh terhadap permainan Brazil saat ini. lini serang Brazil yang memang sudah tumpul sejak awal turnamen hanya memiliki Neymar dengan kemampuan dan agresifitasnya dalam menggiring bola. total empat gol yang disarangkan pemuda dua puluh dua tahun. harapan publik dan tim Brazil kian menggembung bersama Neymar. Tiba-tiba sebuah tamparan keras menyasar kearah pelatih Felipe Scolari. terjangan Fullback Kolombia, Juan Zuniga mendarat mantap di punggung sang bintang. yang terlihat selanjutnya adalah Neymar yang terkapar tak dapat bangkit hingga harus ditandu. sehari berselang dokter mendiagnosa bahwa neymar tak dapat melanjutkan sisa turnamen. Badaipun menerpa ke ruang ganti tim Brazil mengingat sang kapten Thiago Silva juga absen lantaran suspensi.


Keteganganpun mengiringi setiap langkah Pemain Brazil saat memasuki lapangan di laga semifinal. memang samar, namun tetap terlihat dalam raut wajah mereka aroma ketegangan. Brazil yang sudah terlanjur bergantung pada Neymar kini mesti mencari cara lain supaya menang.

dan Hoilaa! seusai laga kameraman selalu menyorot pendukung brazil yang berlinangan air mata. Juara piala konfederasi tahun lalu ini harus menerima kekalahan pahit dari tim terkuat sepanjang piala dunia. tidak hanya pendukung, para pemainpun menangis haru tidak bisa membanggakan publik sendiri dengan gelar juara.


Selalu berat melihat kekalahan tim pujaan di setiap turnamen, apalagi ini piala dunia. saya menyaksikan kegagalan brazil di 2006 dan 2010, tidak ingin lihat tv olahraga sama sekali setelah itu. tapi bola itu memang bundar, mungkin tahun lalu Brazil masih terbaik dunia namun saat ini tim Jerman jauh lebih siap dan rapih secara permainan dan mereka pantas memetik hasil tersebut.

ADIOS COPA DO MUNDO!
salam dari pendukung Brazil ini
semoga yang terbaik yang menang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar