Tuhan terlalu cepat semua
kau panggil satu2nya yang tersisa
proklamator tercinta
jujur dan bijaksana
mengerti apa yanga ada terlintas dlm jiwa
indonesia
Hujan air mata dari pelosok negeri
Saat melepas engkau pergi...
Berjuta kepala tertunduk haru
Terlintas nama seorang sahabat
Yang tak lepas dari namamu...
Terbayang baktimu, terbayang jasamu
Terbayang jelas... jiwa sederhanamu
Bernisan bangga, berkapal doa
Dari kami yang merindukan orang
Sepertimu...
Halloyg diatas itu lirik lagu iwan fals, bung hatta. melodinya enak buat santai menurut saya. ceritanya lagi naik motor ngelewatin tempat cucian motor. di tempat cuci itu diputerin bung hatta, beh langsung menginspirasi perjalanan. mantapsedih ga sih kalo denger lagunya. coba aja denger sendiri
jadi disini menceritakan seorang pemuda sedang bercakap dengan teman temannya di sebuah warung kecil depan sekolah. berbagai hal lucu diumbar untuk ditertawakan bersama dengan pedagang kelontong dan tukang mie ayam temannya, serta tukang pempek yg sering jadi bahan banyolan. tepatnya setelah jam pulang sekolah saat itu. saat pemuda itu dan temannya enggan pulang karena menunggu macet mereda di jakarta. oleh karena itu mereka memutuskan untuk menongkrong sebentar.
beberapa saat kemudian meluncurlah beberapa anak perempuan pulang setelah sholat ashar. Rendi, pemuda ini memperhatikan mereka dengan saksama siapa saja yang turun dari sekolah sementara temannya, yoga masih berbincang canda dengan tukang jualan.
"Oy ren," sapa yoga. "Eh lo gue panggil, jamban. mau balik jam berapa?" yoga menyentil telinga Rendi.
"Eiya yog, nanti dulu ye, gue belom solat ashar." jawab Rendi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar