Aku memasuki ruanganku yang gelap dan pengap dengan langkah gontai. Entah lelah seharian berjalan jauh atau pikiranku yang berkelana terlampau tinggi. Aku coba hirup udara pengap ini dalam-dalam. sesak. tidak ada suatu apapun yang menarik perhatian.
Kubelah carikan koran di atas meja. Tajuk utamanya jelas sebagaimana yang menjadi pembicaraan hangat di masyarakat saat ini. kemenangan tim nasional sepakbola indonesia usia 19 tahun melawan jawara selusin gelar, Korea Selatan. kemenangan heroik berkat aksi impresif Evan Dimas dan kawan-kawan. Serta Evan Dimas yang mencatatkan Hattrick!
Ah, sudahlah. Koran itu aku lempar kembali dan aku duduk tepekur diatas kursi 'sauna' di kamar sendiri.
Dua minggu lalu saat pelajaran sedang menjenuhkan Rana memanggilku. Tumben sekali. ada apa pikirku. Rupanya dia mengundangku untuk menjadi panitia acara perpisahan angkatan kami. Merasa obrolan ini mulai menyenangkan, Rana bergegas pindah tempat duduk menjadi disebelahku. Panitia perpisahan? sebuah kehormatan menurutku lantaran sebelumnya aku tidak pernah terjun ke acara angkatan kami. Tidak aktif bukan karena tidak mau, melainkan ada tembok yang memisahkan pergaulan kami.
Perpisahan kemungkinan besar akan digelar pada bulan April tahun depan. Akan tertapi berang tentu perseiapannya mesti dilakukan jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan bukan? Rana mengajukan tema 80an untuk digunakan pada acara ini kemudian memintakuuntuk ikut berpartisipasi menyumbangkan ide tema apa yang layak dipakai. Aku belum siap untuk memikirkannya saat itu.
Setelah itu kami berdiskusi tentang siapa saja yang akan kami undang lagi menjadi Panitia. Rana menyarankan untuk mencari anak yang kreatif dan bebas berekspresi. menurutku tidak hanya yang berotak encer saja, tapi tapi juga yang MAU dan gandrung kerja, mudah dihubungi, dan nyambung dengan pembicaraan kita. serta mampu merangkul seluruh elemen angkatan kita. Maksudku, karena di angkatan kami punya banyak pergaulan mesti ada perwakilan atau orang yang dekat dengan masing-masing pergaulan. Hal ini tentu bertujuan agar perpisahan ini dapat diterima untuk semua anak. Kami mencoba maklum betapa sulitnya angkatan kami untuk menyatu.
Irfan adalah orang yang didapuk menjadi ketua panitia Perpisahan. Yang aku sukai adalah Dia orang yang ramah dengan siapa saja dan bisa mempengaruhi teman-teman. Aku harap Dia 100% mengurusi acara ini karena akan sangat berbeda tim ini saat Irfan terlibat dengan saat tidak. Kami butuh pemimpin yang tanggap dan diterima semua. Kami sepakat Irfan Orangnya.
Keringat sedari tadi bermain papan luncur di sebidang dada dan sekujur tubuh. Sengaja aku matikan kipas angin. Biar panas dan gerah. Aku butuh jawaban atas pikiranku sendiri. Tidak bisa setengah, setengah lagi.
Sudah semenjak rapat pertama kami belum bertemu lagi. Sebelumnya kami telah membuat rencana bekerjasama dengan sebuah vendor untuk memfasilitasi acara tiga tahun sekali ini. Tentu kita membutuhkan waktu, tempat, dan dana. Itu yang paling penting. Kemudian peserta dan acara. Semuanya sangat berhubungan sehingga kita harus bicarakan secara rinci. Aku tidak inin acara ini acara yang kacangan, tidak meriah, tidak ramai, bahkan tidak berkesan. Aku tidak mau acara ini hanya jadi isapan jempol belaka. Kami selalu berdoa agar Perpisahan ini dapat sukses dan berkesan searah dengan prestasi UN dan SNMPTN nanti. aamiin.
Kekurangan kecil dapat membesar saat impian kita maksimal sedangkan apa yang kita persiapkan minimal. Dua minggu belum ada rapat lagi membuatku khawatir. Kupikir sebaiknya kita intensifkan pertemuan agar masalah yang ada di dalam dapat terbongkar sebelum meledak. Belum lagi kita poskan kepanitiaan, kamudian menyusun anggaran. Mesti ada gerakan agar ada rapat lanjutan.
Sejujurnya aku senang dengan menjadi panitia perpisahan, tetapi jikalau jarang ada percakapan mengenai perpisahan, tentu akan sulit mencari potensi kekurangan acara ini.
Terhadap kemajemukan angkatan kita, aku punya ide yaitu melakukan pendekatan langsung dengan mendatangi dan mensurvei kelompok mereka satu-persatu untuk meminta pendapat, saran, kritik, dan masukan supaya semua golongan sudi untuk datang. Juga agar kami satu angkatan merasa memiliki perpisahan ini. Langkah selanjutnya adakan rapat akbar untuk menyatukan pendapat kita.
Apakah ideku akan terlaksana? semoga saja. Namun jika tidak, aku harap Ide yang lebih briliant yang menggantikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar