Jumat, 04 Januari 2013

Pagi Biru


Semilir angin menyapa pagi sunyi yang damai

Sejuknya membawa yang lain lebih lelap


 Belasan burung gereja menyibak sayap

Tatkala bergurau menatap padi siap santap

Ranting berderik menerima ayunannya

Genting berdetak dilompatinya

Sementara yang lain terbang berdampingan

Membelah angkasa sebebas-bebasnya


Seseorang duduk dipelataran balkon rumah

Diam sunnyi tak bersuara

Sesuatu menggerayangi pikirannya

Sesuatu membawa hatinya

Entah kapan akan kembali


Mata sayu menuju ponsel

Mengulang apa yang Ia lihat kemarin

Dingin

Hanya itu yang terasa

Dari sisa harapannya yang terakhir


Kemudian hujan menjelang

Dari mega yang menggelayuti pagi biru

Rintiknya besar

Seketika menyedarkannya dari angkasa

Satu pertanyaan lantas muncul

Apa ini saatnya untuk menyerah?   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar