Semilir angin menyapa pagi sunyi yang damai
Sejuknya membawa yang lain lebih lelap
Belasan burung gereja menyibak sayap
Tatkala bergurau menatap padi siap santap
Ranting berderik menerima ayunannya
Genting berdetak dilompatinya
Sementara yang lain terbang berdampingan
Membelah angkasa sebebas-bebasnya
Seseorang duduk dipelataran balkon rumah
Diam sunnyi tak bersuara
Sesuatu menggerayangi pikirannya
Sesuatu membawa hatinya
Entah kapan akan kembali
Mata sayu menuju ponsel
Mengulang apa yang Ia lihat kemarin
Dingin
Hanya itu yang terasa
Dari sisa harapannya yang terakhir
Kemudian hujan menjelang
Dari mega yang menggelayuti pagi biru
Rintiknya besar
Seketika menyedarkannya dari angkasa
Satu pertanyaan lantas muncul
Apa ini saatnya untuk menyerah?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar