Sabtu, 08 Desember 2012

Masih Mau Nyerah?


Pernah nggak sih ngerasa kita udah usaha berat banget, ngehabisin banyak uang, udah ngeluarin banyak tenaga, keringet kenceng ngalirnya, atau mungkin pikiran kesita gara gara satu hal itu eeh hasilnya gagal?  Mungkin kita semua pernah ngerasainnya, setelah itu kita jadi males banget buat ngelanjutin, atau pikiran kita udah pengen beralih ke konsentrasi yang lain, cari kegiatan lain yang lebih mudah dijangkauan kita, padahal hal yang kita tinggalin itu penting.

 Saya ambil contoh saya sendiri kalo lagi main PES di PS2 kalah terus akhirnya saya jadi males dan matiin PS2 nya. Yah mungkin saat itu usaha kita belum berhasil. Kenapa dibilang belum? Karena pasti suatu saat kita bisa berhasil. Nah, kalo udah sampe sini tinggal kekuatan mental kita yang bermain. Bagaimana kita bisa bertahan berhadapan dengan serangkaian kegagalan yang kita alami sebelumnya.
Bicara tentang mental saya punya satu contoh mutlak buat usaha yang mau kita jalanin;

 Kisah Abraham Lincoln, Presiden Amerika ke-16

"Tak pernah sekali pun saya berusaha untuk dikenang dunia, hidupku ini kubaktikan pada peristiwa-peristiwa di sekitar, bagi generasi dan jamanku, semata-mata agar diriku terjalin dengan sesuatu yang penting bagi sesamaku"
(Abraham Lincoln)

Lincoln menulis kata-kata di atas saat ia memutuskan untuk memulai lembaran baru dalam hidupnya. Di kemudian hari, ia menjadi salah satu Presiden Amerika yang paling dikenal dan dicintai masyarakat. Namanya terkenal ke seluruh dunia sebagai seorang yang mengakhiri Perbudakan di Amerika.

Abraham Lincoln
lahir pada 12 Februari 1809 di Hodgenville, Hardin County, Kentucky, USA. Kedua orang tuanya, Thomas Lincoln dan Nancy Hanks adalah petani miskin dan tidak berpendidikan. Ia adalah Presiden ke-16 Amerika Serikat pada 4 Maret 1861 yang menentang perbudakan. 

Karir akademik Lincoln terdiri dari sekitar 18 bulan dari sekolah, tetapi dalam waktu singkat itu ia dapat membaca, menulis dan berhitung. Lincoln muda pernah bekerja sebagai pembelah kayu pagar, menjadi tentara, menjadi kelasi di kapal-kapal sungai, juru tulis, mengurus kedai, kepala kantor pos, dan akhirnya menjadi pengacara. Ia gagal dalam bidang bisnis ditambah lagi, ibunya meninggal karena milk sickness. Hal itu tidak membuatnya putus asa, ia bertekad dan berkata: “Some day I shall be President. “ (Suatu hari saya akan menjadi presiden)

Langkah pertamanya memasuki lapangan politik terjadi pada 1832 pada saat ia berusia 23 tahun. Ketika itu ia berusaha untuk dipilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah negara bagian Illinois, di bagian barat-tengah Amerika. Namun ia kalah pada saat pemilihan.

Setelah kalah, ia kembali ke bidang bisnis, tapi ia gagal lagi yang membuatnya harus bekerja keras untuk bisa melunasi hutang-hutang kepada sahabatnya yang digunakan sebagai modal. Dua tahun kemudan ia berusaha kembali mengikuti pemilihan anggota dewan dan menang.

Ditengah usahanya untuk bangkit, ia malah mendapat cobaan berat. Istrinya, Ann Rutledge, yang baru dinikahinya beberapa tahun meninggal dunia akibat tifus. Hal ini membuatnya depresi berat terkena serangan penyakit saraf total hingga harus terbaring selama 6 bulan di tempat tidur dan hampir masuk rumah sakit jiwa.

Setelah sembuh, Ia kembali ke dunia politik lagi akan tetapi kalah sebagai calon juru bicara Dewan Perwakilan negara bagian dan kalah sebagai calon Anggota Badan Pemilihan Umum dan anggota kongres. Kekalahan ini tidak menyurutkan langkahnya untuk maju di dunia politik, Lincoln maju untuk menjadi wakil presiden akan tetapi keberuntungan belum  berpihak kepadanya.

Kegagalan demi kegagalan dan peristiwa yang dialaminya tidak menyurutkan Lincoln untuk terus mencoba. Pada periode berikutnya ia mencoba lagi untuk menjadi wakil presiden, namun hasilnya tetap gagal. Siapa sangka, Lincoln yang pantang menyerah ini dengan semangat bajanya akhirnya sukses menjadi presiden Amerika ke-16 dengan mengalahkan dua rival sekaligus.

“Sukses berjalan dari satu kegagalan ke kegagalan yang lain, tanpa kita kehilangan semangat”.(Abraham Lincoln)
Berikut adalah daftar kegagalan Abraham Lincoln :
·      1831 Abraham Lincoln mengalami kebangkrutan dalam usahanya.
·      1832 Abraham Lincoln menderita kekalahan dalam pemilihan tingkat lokal.
·      1833 Abraham Lincoln kembali menderita kebangkrutan.
·      1835 Sang istri Abraham Lincoln meninggal dunia.
·      1836 Abraham Lincoln menderita tekanan mental sedemikian rupa, sehingga hampir saja masuk rumah sakit jiwa.
·      1837 Abraham Lincoln menderita kekalahan dalam suatu kontes pidato.
·      1840 Abraham Lincoln gagal dalam pemilihan anggota senat Amerika Serikat.
·      1842 Abraham Lincoln menderita kekalahan untuk duduk di dalam kongres Amerika Serikat.
·      1848 Abraham Lincoln kalah lagi di kongres Amerika Serikat.
·      1855 Abraham Lincoln gagal lagi di senat Amerika Serikat.
·      1856 Abraham Lincoln kalah dalam pemilihan untuk menduduki kursi wakil presiden Amerika Serikat.
·      1858 Abraham Lincoln kalah lagi di senat Amerika Serikat.
·      1860 Abraham Lincoln akhirnya menjadi presiden Amerika Serikat.


Dari cerita diatas bisa dibayangin gimana capeknya jadi nih orang? Tapi di mah nggak capek karena dia percaya suatu saat dia bisa jadi presiden AS. Gimana dengan kita? Kita yang selama ini cepet banget buat menyerah, baru usaha sedikit, udahan deh. Kalo udah pada tahap kegagalan, kata orang bijak kalo kita punya tujuan, kita harus yakin sama tujuan kita, gimana kita bisa bertahan melawan setiap cobaan buat meraih tujuan itu.  Jadi masih mau nyerah?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar