Selasa, 28 Agustus 2018

Malioboro di Kala Fajar (Puisi)

Tentang jogja yang tiada habisnya
Tentang wajah asli berlembar cerita
Tentang potret keseharian kumpulan inlander
Tentang cuitan burung dan kemerincing becak
Tentang kedamaian di antara barisan bangku taman
Tentang udara sejuk dan kabut saling bergelayutan
Tentang keramahan nan bersahaja
Tentang riuh angin menerpa dedaunan
Tentang lorong kosong berjejal kepalsuan
Tentang semerbak aroma tahi kuda dijalanan
Tentang jiwa yang mendamba ketentraman
Tentang roman yang terhenti tanpa kesimpulan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar