Minggu, 26 Mei 2013

Raisa!

kemarin.. kulihat awan membantuk wajahmu
desau angin meniupkan namamu 
akupun terpaku
semalam.. bulan sabit melengkungan senyummu 
tabur bintang serupa kilau auramu
akupun sadari ku segera berlari..

seketika saya merapatkan rahang yang ga bisa diam sejak kemarin. 
kemarin masih ngga tenang dengan segala yang saya pikirkan. saya merasa banyak banget yang mesti disesaikan buru-buru, ngurus ini ngurus itu. padahal tenaga sudah diambang batas. mungkin memang pikiran tidak singkron dengan tubuh yang sudah melambai-lambai. bisa dibilang arogan, agak. atau memang sudah. sejak pagi pun meski udah melakukan banyak tugas dan santai tetap saja pikiran belum tenang. aaaah padahal minggu minggu depan  udah krusial banget. 

cepat pulang
cepat kembali jangan pergi lagi
firasatku ingin kau tuk cepat pulang
cepat kembali jangan pergi lagi

sudah sampai refrain. seketika pikiran ini melayang jauh keangkasa. terlintas kembali hijab lembut berbahan katun. tulus laku polos ragawi mewarnai langkah-langkah anggun. hiasan keriangan menambah kemariahan rupa. 
damai.. damai sekali diatas sini
berlembar itu juga melintas kilat. namun saya tetap menangkap maksudnya. 
masih jelas terbaca. untaian yang masih, atau akan selalu membuahkan senyuman.
terekam pula jejak membawa segelas air dingin dan lantas menyiram kekalutan ini dengannya. 
sesuatu yang selalu menyenangkan, sekali lagi selalu menghasilkan senyum.
dan mungkin hanya senyum. untuk saat ini
saya pun tak hendak memaksa. tapi terus berusaha menanganinya

saya tarik nafas panjang

saya sangat bersyukur disaat-saat bimbang begini Allah memberikan lagu Raisa yang Firasat. lebih menyentuh dari garapan Marcell. mungkin karena dia perempuan. khas banget suaranya, apalagi inget mukanya di tv, adem liatnya. dari lagu yang saya putar di Windows Media Player ini saya penasaran dengan Raisa. buka tab youtube. oh ada yang lagi di acara hitam putih.
baru buka 1 dari 4 part. terlihat raisa baru keluar dari mobil dan disambut ramai oleh fans. tanpa canggung raisa menyambut mereka dengan senang hati. lalu diwawancara oleh deddy. dari kamar ini saya melihatnya sbg perempuan yang sederhana tapi berisi, dia nggak banyak ngomong tapi org udah tau seberapa bagus dia. yang bikin gemes itu dia sopan banget dan polos waktu deddy becandain. ngga menunjukan kelebihan dia, ngga tertarik buat bikin orang lain terkesima gitu. apa yang mesti dijawab ya dia jawab, ga dilebihin. simpel. mungkin ga banyak orang kaya raisa. lengkap lahir batin. 

Alhamduliilah Allah memberikan jaan buat saya nonton youtube ini. karena saya dapet pelajaran yang saya cari sekarang. 
dari dialog antara deddy dan raisa. deddy sempet nanya, "kalo di dunia musik, kamu sejajarnya sama siapa?"

kemudian Raisa dengan apa adanya bilang bahwa dia nggak anggep semuanya sebagai rival atau saingan. kerana dia bukan apa-apa. apa yang dia miliki sekarang itu bukan punya kita. dia cuma dititipkan kemampuan yang beda. jadi gaada yang perlu disombongin.

yak memang bukan begitu dialognya tapi bisa diakses disini:


dari semua artis wanita, raisa menunjukkan karakternya yang lebih kuat. semoga dia bisa bertahan ampe go international ya. menurut saya penyanyi kayak dia di jaman ini cuma sherina sama agnes monica.

Lagu firasat berhasil melunakkan pikiran saya yang ga tenang ini. 
Alhamdulillah, masalah gausah susah susah dipikirin. yang penting hadapin dengan tulus, apa adanya, dan senyum :)
 
Makasih Raisa!






Tidak ada komentar:

Posting Komentar